Selasa, 03 Mei 2011

RENUNGAN SANG ANAK

Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan “Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimkan aku ke dunia,tapi bagaimana cara saya hidup disana?? ?Saya begitu kecil dan lemah” kata si bayi.
Tuhan menjawab,”Aku telah memilih satu malaikat untukmu,ia akan selalu menjaga dan mengasihimu”.“Tapi di Surga,apa yang aku lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, itu cukup bagiku untuk bahagia”. Demikian kata si bayi.

Tuhan pun menjawab,”Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi bahagia bersamanya”. Si bayi pun bertanya kembali,“Dan apa yang dapat aku lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu ya Tuhan??”.


Sekali lagi Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa”. Si bayi pun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, “Saya mendengar bahwa di bumi banyak sekali orang yang jahat. Lantas siapakah yang akan melindungi saya?”. Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab,”Malaikatmu akan selalu melindungi dirimu,dengan taruhan jiwanya sekalipun”.

Si bayi tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaan,”Tapi saya bersedih karena tidak dapat melihat Engkau lagi wahai Tuhanku”. Dan Tuhan pun menjawab “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku,dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku,walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu”.
Saat itu Surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirihnya bertanya, “Tuhan... jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahukan siapa nama malaikat dirumahku nanti,yang akan menjagaku,menyayangiku dan semuanya seperti yang Engkau beritahukan padaku?”.


Tuhan pun menjawab “Kamu dapat memanggil malaikatmu itu...”



” I B U . . . ”

Kenanglah Ibu yang menyayangimu, untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi.... Ingatkah engkau,ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu? Dan ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu...? dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit? Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulangannmu di rumah tempat kau dilahirkan dan dibesarkan... Kembalilah mohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu...
jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,ketika ibu telah tiada........
Takkan ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita,tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia....
Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya, yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya....
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi orang yang meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya.
Kembalilah segera.... peluklah ibu yang selalu menyayangimu dengan setulus rasa kasih sayang dan kerinduanmu kepada ibu...
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya... dan kenanglah semua kasih sayangnya yang telah dia berikan untukmu....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar